Kamis, 19 Mei 2016

Rekayasa Alat Pengatur Gerak Sederhana

macam macam dan fungsi gerak


  • Sendi Engsel, yaitu sendi yang memungkinkan terjadinya gerakan hanya pada satu arah saja, sendi engsel biasanya hanya dapat ditekuk atau diluruskan. Contohnya pada tulang lutut dan siku.
  • Sendi Pelana, yaitu sendi yang memungkinkan terjadinya gerakan pada dua arah.Contohnya adalah ruas telapak tangan.
  • Sendi Peluru, yaitu sendi yang memungkinkan terjadinya gerakan ke segala arah, contohnya adalah sendi pada tulang paha dan bahu.
  • Sendi Putar, yaitu sendi yang memungkinkan terjadinya gerakan salah satu tulang yang berputar terhadap tulang lainnya. Contohnya adalah sendi pada tulang atlas.



1.     Alat Komunikasi Tradisional dan Modern
           Ilmu rekayasa adalah ilmu yang melibatkan banyak disiplin ilmu lainnya atau disebut juga multi disiplin. Produk rekayasa alat komunikasi tidak terlepas dari perkembangan pola komunikasi, penemuan di bidang elektronika, perkembangan ilmu desain visual dan kewirausahaan.
           Komunikasi adalah kegiatan yang dilakukan manusia sepanjang hidupnya . komunikasi dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Alat komunikasi dapat dibedakan sebagai alat komunikasi tradisional dan modern. Alat komunikasi tradisional pada umumnya menggunakan teknik sederhana dan manual, serta memiliki jarak yang terbatas.
2.     Faktor Fungsi, Kenyamanan dan Estetik Alat Komunikasi


      Alat komunikasi dengan teknologi elektronik yang tergolong ke dalam alat elektronik, terdiri dari bagian dalam yang berisi komponen elektronik dan bagian luar yaitu selubung atau yang sering disebut dengan casing. Bagian dalam terdapat beberapa komponen yang terbuat dari material tertentu sesuai dengan fungsinya di dalam sistem elektronik tersebut. Pada bagian casing, material yang digunakan dapat bervariasi sesuai dengan tampilan yang ingin dibuat. Material yang dapat digunakan untuk casing adalah bahan alam solid (seperti kayu, bamboo, rotan) bahan sintetis (plastik), bahan olahan seperti plat logam ataupun serat dan tekstil.

Proses dan Alat Produksi Alat Komunikasi

      Proses produksi alat komunikasi dengan teknologi elektronik terdiri dari 2 (dua) tahapan utama yaitu pembuatan rangkaian elektrnik dan proses pembuatan casing, dan diakhiri dengan proses perakitan (assembling) yaitu menggabungkan bagian dalam dengan bagian casingnya. Proses pembuatan rangkaian elektronik membutuhkan ketelitian dan kepresisisan yang sangat tinggi. Satu kesalahan pemasangan komponen elektronik akan menyebabkan produk elektronik tidak dapat berfungsi.
      Proses produksi dapat dibedakan menjadi produksi secara manual dan produksi dengan mesin (machinal). Proses pembuatan rangkaian elektronik secara manual dapat dilakukan dengan menggunkana solder (alat pemanas timah) untuk merekatkan komponen-komponen pada papan sirkuit.


      Pembuatan produk baru selalu dimulai dengan munculnya ide, demikian halnya juga dengan perancangan alat komunikasi. Ide tidak dapat muncul begitu saja, jika kita tidak melakukan pemikiran-pemikiran. Ide didapat mun gkin saat kita melakukan pengamatan tentang hal-hal di sekeliling kita, pembicaraan dengan teman-teman dan maupun informasi yang diperoleh dari buku, surat kabar, televise, radio, dan internet.
1.     Riset : Mengetahui, Mengenali, Memahami, dan Mengempati
2.     Pengembangan Konsep Desain Selubung (Casing)
a.     Curah Pendapat
b.     Rasionalisasi
c.     Prototyping atau membuat studi model
d.     Penentuan Desain Akhir


      Kemasan produk memiliki dua fungsi : fungsi perlindungan terhadap produk dan fungsi identitas. Saat member pesawat radio, kita mendapati pesawat radio tersebut berada dalam sebuah kotak karton atau kardus yang di dalamnya terdapat stryrofoam atau lipatan karton yang membentuk konstruksi tertentu. Kardus, stryrofoam, dan lipatan karton tersebut berfungsi melindungi produk dari benturan dan guncangan yang mungkin terkadi saat produk didistribusikan.
      Kemasan akan dibuang, disimpan atau digunakan untuk fungsi lain, setelah produk telah sampai pada pengguna. Produk alat rekayasa, seperti alat elektronik digunakan sehari-hari sehingga kemasannya tidak dibutuhkan lagi. Casing produk elektronik dibuat untuk dapat melindungi komponen bagian dalam. Namun demikian, ada beberapa perawatan yang perlu dilakukan pada produk elektronik seperti alat komunikasi dengan sumber arus DC. Pada produk yang menggunakan sumber arus DC, harus dipastikan baterai dalam keadaan baik agar tidak merusak bagian lain yang terdapat di dalam produk. Baterai yang tidak dapat di-charge ulang sebaiknya dikeluarkan apabila produk tidak digunakan pada jangka waktu lama.


      Wirausaha, menurut asal katanya terdiri dari wira dan usaha. Wira, berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha, berarti perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu. Pengertian wirausaha, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun kegiatan untuk mengadakan produk baru, mengatur permodalan operasinya serta memasarkannya.
Sifat-sifat seorang wirausahawan sebagai berikut :
a.     Percaya Diri
b.     Berorientasikan tugas dan hasil
c.     Berani mengambil risiko
d.     Kepemimpinan
e.     Keorisinilan/Keaslian
f.      Berorientasi ke masa depan


      Pesawat radio adalah salah satu produk rekayasa penangkap gelombang radio yang paling sering kita temui dalam kehidupan kita sehari-hari. Pesawat radio terdiri atas rangkaian elektronik sederhana yang dilengkapi dengan antenna untuk menangkap gelombang radio serta speaker dan pengatur suara. Pada proyek ini, kita membuat sebuah produk radio memanfaatkan sumber arus DC. Proyek ini akan terdiri atas pembuatan rangkaian elektronik untuk sebuah radio penangkap gelombang FM, dan pembuatan casing radio yang diawali dengan proses perancangan atau desain.

1 komentar: